fbpx

Alasan De Ligt Memilih Juventus Karena Terkesan Dengan Cara Bertahan Italia

AMSTERDAM , 20-01-2019 , Johan Cruijff ArenA , season 2018 / 2019 , Dutch Eredivisie . Ajax player Matthijs de Ligt during the match Ajax - Heerenveen. Final score 4-4 . (Photo by Pro Shots/Sipa USA)

OLESPORT – Pemain anyar Juventus, Matthijs De Ligt mengaku terkesan dengan seni bertahan ala italia. oleh karena itu ia lebih memilih Juventus dibandingkan dengan klub-klub eropa lain.

Teka teki terkait masa depan Matthijs De Ligt akhirnya terjawab sudah. Bek timnas Belanda tersebut akhirnya resmi meninggalkan Ajax Amsterdan untuk mencari tantangan yang lebih besar lagi yaitu Juventus.

Sebelumnya, mantan pemain Ajax tersebut sering dikaitkan akan berlabuh ke Camp Nou untuk menemani sahabatnya yaitu De Jong. Bahkan banyak kabar yang beredar juga bahwa ia digadang-gadang akan pindah ke liga dengan kompetisi ketat yaitu Premier League. Klub-klub besar Premier League juga banyak yang tertarik dengan bek asal Belanda tersebut seperti Manchester United dan juga Manchester City.

Juventus membeli De Ligt dengan mahar 85,5 juta euro. Dengan rincian, 75 juta euro yang akan dicicil selama 5 tahun dan bonus mencapai 10,5 juta euro.

Pada hari Rabu kemarin ia telah menjalani tes medis di Turin. dan diperkenalkan secara resmi sebagai pemain anyar kepada publik pada keesokan harinya.

Setelah resmi menjadi pemain anyar Juventus, akhirnya De Ligt mulai angkat bicara soal keputusannya memilih pindah ke Juventus dibandingkan ke klub lain. De ligt mengaku bahwa ia terpesona dengan permainan bertahan yang dilakukan klub-klub di italia.

[Baca Juga: Kovacic : Meskipun Berat Tetapi Kami Menyukai Latihan Keras Ala Legenda Chelsea]

“Saya bermain selama 10 tahun di sektor yunior dan tiga di tim utama, tetapi sayangnya saya harus mengambil langkah maju sekarang,” katanya kepada Ajax TV.

De Ligt menambahkan, ia selama ini banyak belajar bertahan dari pemain negeri Spaghetti tersebut. Di antaranya dari para legenda AC Milan seperti Paolo Maldini, France Baresi dan Alessandro Nesta.

“Saya selalu terpesona oleh seni bertahan Italia. Banyak pemain yang saya idolakan adalah pemain asal Italia: Maldini, Baresi, Nesta, Cannavaro, Scirea … Saya bisa melanjutkannya,” tutur De Ligt.

De Ligt mengaku ia sebenarnya cukup berat hati meninggalkan klub yang selama ini membesarkannya, Ajax Amsterdam. Namun ia merasa saat ini adalah saat yang tepat baginya untuk berganti klub. Namun ia juga memberikan isyarat bisa saja balik ke Amsterdam Arena suatu saat nanti.

“Saya jatuh cinta dengan bagaimana klub-klub Italia bertahan. Bagi saya, sedih meninggalkan Ajax. Saya mengalami saat-saat indah dan sangat buruk,” tuturnya.

“Rasanya seperti berada di rollercoaster, tetapi selalu ada waktu dalam hidup kita ketika kita harus berpisah,” sambungnya. “Saya akan merindukan semua orang. Tetapi tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *