fbpx

Christian Pulisic Menangis di Bangku Cadangan, Ada Apa?

OLE777 – Penggawa muda Chelsea, Christian Pulisic, tengah berupaya untuk membuktikan dirinya sebagai pemain berkualitas. Laga antara Amerika Serikat melawan Kanada di CONCACAF Nations League yang digelar baru-baru ini menjadi panggung pembuktiannya.

Pertandingan tersebut berakhir dengan kedudukan 2-0 untuk kemenangan Kanada. Sementara Pulisic hanya mampu bertahan selama 60 menit di depan lapangan.

Sang pelatih, Gregg Berhalter memutuskan untuk menaruhnya di bangku cadangan pada menit ke-60. Posisinya sendiri diisi oleh pemain yang sedang memperkuat D.C. United, Paul Arriola.

Begitu keluar lapangan, Pulisic langsung duduk di bangku cadangan. Kamera menyorot dirinya yang sedang terduduk lesu sambil menyapu tetesan air matanya.

Pemandangan tersebut menjadi sorotan utama publik dalam laga kali ini. Mereka mencoba menduga apa yang menjadi alasan Pulisic menangis usai ditarik keluar lapangan oleh Berhalter.

Dari hasil tayangan ulang di televisi, Pulisic tampak kecewa karena pelatih memutuskan untuk menggantinya. Dikutip oleh Metro, Pulisic terlihat berkata “Saya baik-baik saja,” saat sedang berjalan melewati sang pelatih.

Usai pertandingan, Berhalter mengungkapkan alasan mengapa dirinya mengganti Pulisic di saat kedudukan masih imbang 0-0. Ia berkata bahwa pemain berumur 21 tahun itu sedang mengalami gejala flu dan demam ringan.

Baca juga: Messi Rindukan Kehadiran Ronaldo di Real Madrid

Curhatan Pulisic

Tangisan itu seolah menjadi bukti bahwa Pulisic tengah dalam masa-masa sulit. Beberapa waktu lalu, ia sempat curhat ke media sosial beban yang ia rasakan selama berkiprah di Eropa. Terlebih dengan latar belakangnya sebagai warga negara Amerika Serikat.

“Generasi ini bisa terasa berat, terutama bagi pemain muda, karena orang-orang berbicara soal anda, tekanan yang konstan ini ada di punggung anda,” kata Pulisic.

“Terutama sebagai orang Amerika, kami tidak memiliki banyak talenta papan atas internasional selama bertahun-tahun. Jika anda tak mampu mengatasinya, maka itu akan menjadi beban untuk anda,” tandasnya.

Saat tiba di Chelsea pun, namanya kerap disebut sebagai suksesor Eden Hazard yang pergi ke Real Madrid. Sayang, dalam beberapa laga terakhir, ia belum mampu memenuhi apa yang diharapkan publik terhadap dirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *