fbpx

Fakta Menarik Tentang Kai Havertz, Dari Anak Seorang Polisi Hingga Pengacara

BERITA BOLA – Mantan pelatih Bayern Leverkusen, Tayfun Korkut mengungkapkan bahwa Kai Havertz memiliki banyak sifat baik dalam dirinya. Dia pemain yang tidak tergoda dengan uang dan tidak pernah lupa pada pentingnya pendidikan.

Havertz kin tengah menjadi pusat perhatian. Rumor transfernya menuju Chelsea akan segera rampung dalam waktu dekat. Dia akan menyusul jejek Timo Werner yang lebih dulu tiba di Stamford Bridge.

Sang Playmaker dan kedua klub sudah saling sepakat. Havertz akan pindah dengan biaya transfer sebesar 72 juta pounds plus klausul senilai 18 juta pounds dan ia meneken kontrak dengan durasi lima tahun.

Tes medis Kai Havertz sudah digelar di London pada Minggu (30/8/2020) kemarin sebagai syarat bergabung Chelsea. Semua sudah disepakati sejak pekan lalu dan tinggal pengumuman resmi saja.

Baca Juga: Rumor Transfer : Inter Ingin Jual Lagi Christian Eriksen, Kenapa?

Pada 2017, Kai Havertz melewatkan kesempatan bermain di laga pentas Eropa melawan Atletico Madrid. Ia juga absen saat laga penting melawan Schalke di ajang Bundesliga.

Saat itu ia tidak sedang cedera. Pelatih Leverkusen saat itu, Tayfun Korkut, juga berniat untuk memainkan Kai Havretz. Namun, sang pemain memilih absen demi merampungkan ujian sekolah yang harus dijalani.

“Ketika kami memainkan permainan kecil di lapangan kecil ini, dia fantastis. Rasanya seperti dia bebas setelah menyelesaikannya semua yang ada dalam pikirannya karena sekolah sudah beres,” kenang Tayfun Korkut.

Bukan hal yang aneh jika Havertz fokus pada pendidikan. Sebab, dia memiliki latar belakang keluarga yang baik. Ayahnya seorang polisi, sedangkan ibunya seorang pengacara di jerman.

Havertz hidup di keluarhga yang berkecukupan dari sisi materi.Karena itu, dalam karir sepak bolanya, uang bukanlah motif utama. Dia bermain sepakbola hanya ingin merasa senang.

“Dia bukan bukan pemain yang bermain demi uang,” jelas Korkut.

“Sebagai seorang pelatih, Anda akan mengetahui dengan cepat apa yang memotivasi pemain. Kai, itu hanya ingin bermain-main dan bersenang-senang. Dia menikmati sepak bola. Ini bukan tentang mendapatkan kontrak yang lebih besar,” ucap Tayfun Korkut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *