fbpx

Ini Yang Dilakukan David Luiz Ketika Tampil Buruk Pada Laga Melawan Liverpool

Berita bola – Pada laga lanjutan Premier League pekan ketiga kemarin, David Luiz tampil buruk saat Arsenal melawan Liverpool. Dari sosial media miliknya, bek asal Brasil tersebut mengucapkan permintaan maaf serta terimakasih kepada para fans Arsenal yang selalu mendukung.

David Luiz melakukan dua kesalahan fatal yang berakibat gol pada laga yang diadakan di Anfield tersebut. Pertama, pria asal Brasil itu menjadi penyebab gol Mohamed Salah yang dihasilkan dari titik putih.

Selanjutnya, ia kembali bertanggung jawab atas gol ketiga Liverpool yang tercipta pada menit ke58. Ia gagal menghalau penyerang asal mesir, Mohamed salah sehingga berhasil mencetak gol keduanya pada laga tersebut.

Alhasil, Arsenalmenelan kekalahan dengan skor akhir 1-3. dengan hasil tersebut, Arsenal harus turun satu peringkat ke posisi tiga klasemen sementara Premier League musim 2019-2020.

Permintaan Maaf

Pemain berumur 30 tahun tersebut sadar bahwa dirinya lah yang menyebabkan Arsenal kebobolan 2 gol pada laga melawan Liverpool kemarin. Oleh karena itu, ia mengucapkan permintaan maaf kepada fans dan berterima kasih karena masih diberi dukungan hingga saat ini.

“Hidup itu berat, dan sepak bola pun terkadang terasa berat!!! Tapi saya tahu satu hal, saya takkan pernah menyerah!! Hidup saya selalu seperti itu… saya datang ke sini dengan tujuan, dan akan berjuang hingga akhir untuk itu,” tulis David Luiz dalam sebuah unggahan di Instagram.

“Terima kasih untuk para penggemar, untuk semua dukungannya!!! Saya takkan bersembunyi, menang ataupun kalah!!” lanjut mantan penggawa Chelsea tersebut.

[Baca Juga: Kovacic Merasa Lebih Nyaman Bermain di Era Lampard Ketimbang Sarri, Kenapa?]

Pembelaan David Luiz

Usai pertandingan kontra Liverpool, David Luiz sempat mencoba membela dirinya sendiri dengan mengatakan ketidaksepakatannya terhadap keputusan wasit dan VAR. Namun ia pun tak bisa membuat komplain atas hal itu.

“Sekarang dengan VAR, anda tak bisa melihat kekuatan [menarik seragam] jadi akan terasa sulit bagi wasit, dia melihat seragamnya seperti itu. Sulit bagi mereka, jadi saya tak bisa komplain terhadap wasit,” ujarnya kepada Sky Sports usai pertandingan.

“Jika anda bermain dengan seragam yang sangat besar sekarang itu bisa menjadi penalti di setiap waktunya. Ini adalah sebuah interpretasi. Bila anda menarik seseorang dengan tenaga dan anda menghentikan dia untuk mendapatkan bola, itu berbeda, ini hanya refleks,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *