fbpx

Laga Liverpool vs Chelsea, Rasisme Kembali Terjadi

OLE777 – Kasus rasisme hingga kini belum juga hilang dari dunia sepakbola. Kali ini yang menjadi korbannya adalah penyerang mudah Chelsae, Tammy Abraham dala, laga UEFA Super Cup belum lama ini.

Seperti yagn diketahui, Chelsea dipertemukan dengan Liverpool dalam ajang yang mempertemukan juara Liga Champions dan Liga Eurpa. Pertandingan tersebut digelar pada hari kamis (15/8/2019) di Stadion Vodafone, Istanbul, Turki.

Tammy masuk di babak kedua sebagai pengganti, dan sempat mencuri perhatian karena berjasa memberikan penalti kepada Chelsea di babak perpanjangan waktu. Namun, ia justru jadi biang kerok kekalahan The Blues dalam drama penalti.

Sang pelatih, Frank Lampard, coba memberinya semangat usai laga. “Tammy harus menegakkan kepalanya. Itu adalah resiko yang tidak terpisahkan dari seorang pemain top,” tutur Lampar dikutip BT Sport.

Kasus Rasisme yang Terjadi Kepada Tammy

Berbeda dengan Lampard, publik tampaknya tak bisa menunjukan reaksi yang lebih baik. Mereka menghujani Tammy dengan cacian berbau rasisme melalui media sosial. Tindakan tersebut mendapat perhatian dari organisasi nti-diskriminasi, Kick it Out.

Kick it Out tak bisa tinggal diam melihat kasus rasisme kembali terjadi, terlebih setelah masalah tersebut sudah ramai diperbincangkan pada musim lalu. mereka mengajak masyarakat untuk tidak mengulangi masalah yang tak kunjung usai itu.

“Pelecehan seperti itu sekarang sekaran semakin mudah untuk diprediksi, tapi tidak mengurangi rasa jijiknya,” tutur bicara organisasi, seperti yang dikutip Goal Interational.

“Kami mengirimkan dukungan kepada Tammy dan mengulangi seruan kami kepada Twitter dan perusahaan media sosial lainnya untuk menekan tingkat kasus ini,” lanjutnya.

“Ini adalah seruan untuk bertindak, kami ingin tahu apa yang mereka lakukan untuk mengatasi masalah berbahaya ini,” tandasnya.

Baca juga: Rekor Buruk Lampard Pada Kompetisi UEFA Super Cup

Rasisme Marak Terjadi

Pada musim lalu, kasus rasisme terus menjadi bahan perbincangan. Sejumlah pemain dari berbagai belahan negara mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan baik melalui media sosial maupun secara langsung.

Pemain Manchester City, Raheem Sterling, menjadi korban dari kasus ini saat klubnya menghadapi Chelsea di ajang Premier League. Lalu ada Kalidou Koulibaly, yang diejek secara tak senonoh oleh penggemar Inter Milan dalam laga Serie A.

Penyerang muda Juventus yang kini memperkuat Everton, Moise Kean, sempat membalas perlakuan rasis dan fans Cagliari beberapa bulan lalu. Striker Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang, pun tidak lolos dari aksi yang memalukan tersebut.

Sementara itu, Inggris sudah terjadi setidaknya empat kasus rasisme yang menimpa bebera pemain. Mereka adalah James McClean (Stoke City), Theo Robinson (Coventry), Bambo Diaby (Barnsley) dan saudari bek Fulham, Cyrus Christie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *