fbpx

Lukaku Minta Maaf Setelah Mencetak Gol Ke Gawang Skotlandia

OLESPORT РPenyerang Manchester United, Romelu Lukaku meminta maaf kepada pelatih Skotlandia, Steve Clarke setelah mencetak 2 gol dalam kemenangan 3-0 Belgia atas Skotlandia. Lukaku membuat 2 gol untuk mengantarkan Belgia  memuncaki klasemen Grup I di kualifikasi Euro 2020. Dengan kemenangan tersebut, membuat Belgia memiliki rekor 100 persen.

Menurut pelatih Skotlandia, Steve Clarke, kekalahan dengan skor 3-0 itu tak pantas didapatkan oleh timnya karena Skotlandia bertarung dengan sangat baik melawan Belgia. Seusai pertandingan, Lukaku ternyata meminta maaf karena telah mencetak 2 gol ke gawang Skotlandia. Hal tersebut diungkap oleh Steve Clarke.

Clarke mengatakan bahwa mantan anak asuhnya itu meminta maaf kepadanya atas performa Belgia yang kejam dengan membantai Skotlandia dengan skor akhir 3-0. Seperti yang diketahui bahwa Lukaku pernah di latih oleh Clarke saat masih berseragam West Brom.

“Saya baru saja berpelukan dengan Lukaku di lorong ruang ganti. Dia meminta maaf karena mencetak gol,” ujar Clarke seperti dilaporkan¬†Daily Mail.

[Baca Juga: Bermain Sebagai Bek, Trent Alexander Hanya Menyia-nyiakan Bakatnya]

“Dengar, Lukaku adalah karakter fantastis dan saya menikmati bekerja dengannya. Dia seorang anak muda ketika saya bekerja dengannya dan dia telah berkembang sejak itu. Dia seorang pencetak gol yang kuat, yang telah bermain di beberapa klub besar Premier League,” tambahnya.

“Saya baru saja berbicara dengannya di lorong dan dia mengatakan bahwa dia ingin terus menjadi lebih dan lebih baik lagi,” lanjutnya.

Setelah itu Clarke membicarakan performa timnya usai dikalahkan Belgia. kekalahan itu membuat Skotlandia kini telah menempati posisi keempat, tertinggal enam poin dari Belgia sang pemuncak klasemen.

“Ini adalah pertandingan yang sulit bagi kami, tetapi komitmen dan sikap serta disiplin taktis kami sangat bagus. Menurut pendapat saya, saya tidak berpikir kami pantas kalah tiga gol,” ungkapnya.

“Cara kami bertahan itu bagus. Saya bisa mengatakan bahwa gol kedua adalah offside yang mungkin telah mengubah sesuatu dan jelas kebobolan gol pertama tepat sebelum jeda merupakan pukulan besar bagi kami,” lanjutnya.

“Kami bertahan dengan baik tetapi kami harus lebih baik ketika kami menguasai bola. Ada beberapa hal yang harus dikerjakan tetapi secara keseluruhan perasaannya adalah bahwa kami telah berkembang sebagai sebuah skuad dan berikutnya kami harus berkembang lagi karena ada dua pertandingan lain yang penting bagi kami melawan dua favorit lolos. Jadi kami harus siap untuk itu,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *